Merosotnya perkembangan perekonomian di Kabupaten Jember beberapa tahun ini, membuat sebagian anggota legislatif Jember berencana memanggil Bank Indonesia. Mereka akan meminta penjelasan, terkait potensi ekonomi kabupaten Jember. Rencananya, pemanggilan itu akan dilakukan Selasa (25/10), hari ini.

Wakil Ketua DPRD Jember, Ayub Junaidi, mengatakan langkah itu dilakukan karena Bank Indonesia memiliki data lengkap terkait perkonomian di Jember dan kabupten tetangga seperti Banyuwangi , Bondowoso dan Situbondo. “Jika kita mendengar, kabupaten Banyuwangi sudah tancap gas. Karena itu, kita meminta pendangan kebijakan dari BI untuk pembangunan ke depan,” jelasnya.

Menurut Ayub, Kabupten Jember saat ini sudah tertinggal oleh kabupaten tetangga yang mulai merangkak naik dari segi ekonomi. “Jember dulu itu paling maju maju di tapal kuda. Namun saat ini sudah mulai disangi oleh tetangga sebelah,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember Achmad Bunyamin mengatakan,ada dua hal yang membuat pihaknya khawatir. Pertama, adalah kemampuan pemerintah daerah dalam penyerapan anggaran. “Yang kedua, saya takut investor tidak mau menanam modal di Jember, karena tidak ada kepastian payung hukum,” tutupnya. (jbr1/yud/rev)

sumber: bangsaonline.com

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.